Ahlan Wa Sahlan

Selamat Bergabung Dalam Komunitas Para Pencinta Al-Qur'an

Sabtu, April 24, 2010

Mencari Teman Sebaya

“eyang., nama lengkapnnya siapa..??” tanyaku dalam sebuah dialog dengan seorang ibu yang baru saja membaca beberapa ayat Al-Qur’an. Subhanallah..,dengan sangat santun, beliau menceritakan perjalananya dalam mempelajari Al-Qur’an. Betapa tidak, 65 tahun adalah usia yang cukup renta untuk memulai belajar membaca firman Allah. Tapi, bagi ibu yang akrab disapa eyang sri ini, usia bukanlah halangan untuk mempelajari baca-tulis Al-Qur’an. Terbukti. Kesabaran yang panjang telah mengantarkannya mampu berdialog dengan sang pencipta alam semesta, melalui tilawah Al-Qur’an. Di usianya yang semakin renta, nenek dari empat cucu ini, menitip harapan serta doa. agar suatu saat nanti, beliau mendapatkan teman sebaya dalam belajar Al-Qur’an. Kesehatan serta waktu luang di usia sepuh, benar-benar ingin beliau manfaatkan. Ketika ditanya tentang harapan dan pesan beliau untuk yang belum mampu membaca Al-Qur’an, dengan santun beliau menjawab, “mudah-mudahan terbukalah hatinya, dan tergugah untuk mempelajari surat-surat yang ditturunkan dan diperuntukkan kepada kita ini”. teriring senyum, jawaban mulia itu beliau ucapkan. Semoga Allah memberkahi umur panjangnya, Amin..

Segala bentuk kemudahan tentunya hanya datang dari Allah. Perkenalannya dengan el-Taisiir adalah perantara serta awal kemudahan itu beliau rasakan. ya, el-Taisiir. Metode yang merubah rumitnya teori tajwid menjadi kemudahan yang menyenangkan. Untuk tilawah dengan tartil, ternyata tidak sesulit teori yang kita kenal selama ini. Al-hamdulillah, atas izin Allah, metode susunan Fahrurrozi naksi, Lc. ini, telah membantu para peserta, menguasai tilawah dengan tartil tanpa menghapal atau menguasai teori tajwid. Memang Unik, tapi sangat menarik.

Untuk para pembaca yang merasa kesulitan mempelajari Al-Qur’an, mari mencoba dan membuktikan kemudahan mempelajari firman Allah.. video

Pengikut